Rabu, 06 November 2013

KEMBALI KE TANAH ASAL
Nan tasirek dalam Tambo Asal Bundo Kanduang Kampung Dalam Korong Sumpu Gudam Pagaruyung
(Bagian ke 42)
Tuhan Yang Maha Esa Maha Raja Seluruh Alam
Dinamai Syariat kita sembah akan Allah, yakni kita kerjakan segala suruh Allah dan kita hentikan larangan Allah.
Tharikat itu kita kerjakan dengan rohani mencari Allah dengan ilmu dan amal bukan jasmani.
Hakikat itu kita pandang (musyahadah) kepada Allah dengan Nur yang dipertaruhkan Allah dalam lubuk hati kita.
Nur itu dinamai:
Nur Muhammad, Nurzatullah, Nur sifatullah, Nur ma'rifat, Nur samawi, Nur, Nur, Nur dan nama Allah itu, Nur af'alullah, Nur asma Allah, Nur iman, Nur islam, Nur ataupun nur semuanya itu tidak boleh dipisahkan satu sama lain.
Perumpamaan:
Agama islam sebagai kelapa
Syariat adalah buah kelapa.
Tharikat adalah membelah kulit kelapa (tempurung kelapa)
Hakikat mendapat minyak kelapa.
Ma'rifat ialah dapat merasa minyak kelapa.
 Tharikat seumpama bersampan, berdayung mengarungi lautan, menyelami air laut itu.
Hakikat seumpama mendapat mutiara
Ma'rifat ialah kelezatan jiwa diwaktu memakai permata berlian tadi.
ini misal adalah sekedar mendekatkan faham apa yang dikatakan syariat, tharikat, hakikat, ma'rifat.
Ada kata kata yang sering didengungkan oleh seorang arif, bahwa:
Aku telah dimasukkan kedalam Cahaya Nya Nur, ucapan ini sekedar pengungkapan pengalaman sufiah belaka yang sulit untuk diuraikan, yang bersifat diri peribadi asli, andaikan dipaksakan juga untuk diterangkan, maka yang mendengar berbalik tidak mengerti uraiannya
Hal yang begini sulit dicari mahal didapat dan jarang ditemui, hanya orang orang pilihan.
Orang yang hidupnya laksana mayat, yang hidupnya dalam beribadah, hati dan amalnya berpadu dalam keikhlasan kepada Allah.
Bahwa tubuh itu (jasat) adalah suatu hakikat yang akan sirna dan bahwa tubuh itu merupakan baju ujian yang diciptakan oleh Allah untuk menguji roh.
Apakah roh itu bisa mencapai nisbahnya kepada Allah, lalu roh mengarahkan segenap kemampuannya untuk merindukan mencintai Allah.
Ataukah roh itu tertarik oleh jasat dengan memanjakan sahwat sahwatnya.
Engkau yang sebenarnya adalah dibalik dinding yang merupakan sahwat dan dibelakang tabir penutup sipat kemanusiaan.
Engkau yang sejati adalah suatu roh yang suci bersih, tanpa noda sahwat dan berapa jauh diatas ketinggian sifat kemanusiaan tanpa condong pada apapun dan tidak pula berkeinginan.
"Enyahkan jauh jauh dari mu segala apa yang engkau lihat, lepaskan dirimu dari daya tarik apapun dan dari pengaruh yang bagai manapun, juga teutama dari rangsangan renungan"
Keluarlah engkau dari ilmu pengetahuan, amal amalmu dan namamu sekalipun, keluarlah engkau dari huruf dan mshruf.
Lemparkan segala ibarat kebelakang punggungmu dan campakkan arti makna kebelakang ibarat dan lemparkan pendapat kebelakang arti makna dan masuklah engkau seorang diri (tunggal) niscaya engkau akan melihat.
Ia harus mencuci tangannya (sebersih bersihnya) baik dari pangkat dan kekayaan serta kekuasaannya,
Itulah sebenar penelanjangan yang sewajibnya untuk dapat masuk ke hadirat Ilahi...
Dan itu adalah suatu perjalanan rohani yang tidak dapat dicapai setiap orang, melainkan orang orang tertentu.
Rahasia didalam Rahasia
Khusus bagi yang khusus
Kalau kita telah mengenal diri kita Ma'rifat
Diri itu wajib diserahkan sama Allah
Hati Hati
Jangan mendirikan tuhan dalam diri
Untuk penyerahan diri yang sepurna
Kita harus keluar dari diri diri yang banyak
Diri yang halus maupun yang kasar
Tidak melalui guru guru lagi
Matikanlah dirimu sebelum engkau mati
Dalam kesendirian itu. Sir
Wukuf dalam A'rafah
A'uzubillahiminasyaitonirrojim
Bismillahirrahmanirrahim
Asyhaduanla ilahailallah Eaashaduanna Muhammad Rasulullah
La ilaha ilallah Muhammad rasulullah
Lahaula walaquwata illabillahil 'aliyil 'azim
Ruh ikhlas meninggal dunia menuju Allah dengan kehendak Allah
semata mata Allah yang Maha Kuasa seru sekalian alam
Dalam hal ini kita bukan lagi berpegang pada Allah, tetapi dengan Allah dipangkuan Allah
Rahasia diri meliputi jasat
Rahasia Allah meliputi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar