Minggu, 22 September 2013

Nan tasirek dalam tambo asal Bundo Kanduang kampuang da
lam korong sumpu Gudam Pagaruyung. Bagian ke 4

Bila awak masih merasa ada aku dalam hamba
atau ada aku dalam rasa
awak belumlah hamba.
tetapi diri kita dibelenggu daya daya, godagoda, kepalsuan penghambat atau penghijab, diri kita pada keselamatan menguji kepemimpinan, kewajiban kita menundukan hawa nafsu dari kekuasaan,
Kita tertipu, malah nafsi kemanusiaan yang menjadi raja dalam diri kita.
kita diperbudak ilmu dan pengetahuan dialam dunia, dituntut oleh semua rasa dalam nafsi kita,
kesaksian kita bohong.
Aku bersaksi mengaku bahwa tiada tuhan selain dari pada Allah da aku bersaksi bahwa Muhammad rasulullah.
kesaksian untuk dilakukan, sesuai dengan yang diucapkan
bila kita mengaku kehadirat Allah, jangan ada lagi aku dalam hamba,
cukuplah hamba Allah.
maka tingkah laku ,adalah tingkah AkuNya Allah, amal Allah yang lilahi taala, melihat mendengar,berkata, berjalan,berpikir,berkehendak dan lain lain, kesemuanya dengan Allah.
Lahawla walaquwata illabillahilaliyilazim.
ini bukan pendapat yang bisa dicerna akal pikir, ilmu pengetahuan.
Jangankan sampai Rabbani, sebatas roh saja tidak boleh dan tidak bisa dicerna. Apakah ilmu dan pengetahuan awak bisa menolong kita?, itu bohong, tidur saja ilmu awak habis,tak berpungsi, sedangkan kita masih hidup, tiada tempat mimta tolong selain dari pada Allah, kita wajib menyerah dengan Allah kepada Allah, harus keluar dari diri diri yang banyak, bila digali dengan ilmu, kita bisa mendikan tuhan dalam diri, apakah sebanyak diri itu tuhan?
apakah bertuhan satu seorang?
Allah itu berdiri sendiri ESA ZAT DAN SIPATNYA
Laisa kamislihi saiun.
tidak bisa dikayak kekuatan apapun
tidak satu pendapat yang bisa mendapatkanya, tidak satu tempat yang terlepas dari kekuasaan Allah,
lebih baik memusuhi diri dari pada mencari Tuhan
Musuhmu yang paling besar adalah dirimu sendiri.
Bundo kandung adalah dalam kandungan Allah
Anda sendiri yang Bundo Kandung.
bila kita menyelami siapa kita
dari mana kita datang
sedang dimana kita
akan kemana kita
siapa yang mengutus kita sampai kedunia sekarang ini
apakah jasat bukan amal  Allah
apakakah melihat mendengar itu bukan karunia Allah
apakah hati roh dan nyawa itu bukan hak Allah
Kita yang mana yang mengatakan aku dalam diri kita.
awak bersatu bergolongan, kita bersatu Esa bersama
Amat mirugi manusia yang tidak mengenal dirinya,,mustahil ia bisa mengenal Allah
Roh itu zat diri yang lebih dekat ke Allah dari pada kepada diri awak sendiri. USTANO RAJO ALAM, buka pintu hati kedalam gaib
Istana Kampuang Dalam hati.
Baitul Makmur, Sitratil muntaha, Arasy Singasana Maha Raja
Seluruh Alam.
selamilah dengan alat yang telah tersedia pada tiap tiap manusia yang berpikir, bangkiklah tareh nan taradam, japuikla budi nan tagadai. Selamilah yang hilang gaib,diateh sajadah permadani.
Inanglah nafsu, paliharolah kabau gadang
Belenggu nafsu, Mainang Kabau
Kembali ketanah asal yang hilang gaib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar