Nan Tasirek Dalam Tambo Asal Bundo Kanduang Kampuang Dalam Korong Sumpu Gudam Pagaruyung .Bagian ke 16.
Pasan Bundo. Bagian ke 5.
Sebagai mana halnya badan, ia mula mula dijadikan belum sempurna, tetapi ia jadi sempurna dan kuat dengan pertumbuhan dan pemeliharaan dengan makanan , begitu pula jiwa itu dijadikan
dalam keadaan tidak sempurna, tapi menerima dan bersedia untuk
disempurnakan.
Keinginan orang orang beragama ialah agar mereka dapat menyadari
aib aib diri mereka dengan perantaraan peringatan orang lain, tetapi
keadaan pada orang orang angkatan kita sekarang ini telah terbaik,
bahwa orang yang paling kita benci ialah orang yang memberi nasehat kepada kita akan aib aib diri kita, Dan keadaan yang demikian hampir merupakan cetusan, manifestasi, dari pada kelemahan iman. Sebab akhlak akhlak jahat itu sepantun ular dan kalajengking yang menyengat dan berbisa. Andai kata ada orang memperingatkan kepada kita bahwa dalam pakaian kita ada seekor kala jengking. tentu kita akan patuh dan terima kasih atas peringatan tersebut.
Bundo menegaskan.
Jangan sampai lupa daratan. ingat Tuhan mendengar janji kalian.
tungau diseberang lautan tampak, gajah dikelopak mata tidak kelihatan.
Lebih baik kaya jiwa dari pada kaya harta.
Obat itu pahit, tetapi khasiatnya menyehatkan, ambil hikmah dari setiap kepahitan hidup ini dengan penuh kesabaran.
ingat dengan Allah setiap saat, setiap detik.
Allah itu ada dimana, beserta kamu dimana saja kamu berada.
Janganlah engkau jadikan Wali atau Raja selain dari pada Allah.
Laki laki mainang kabau, pambangkik tareh tarandam, panjapuik gadai lamo.
Tareh ialah tiang yang tidak lekang kena panas dan tidak lapuk karena hujan. tiang itu ialah alif yang berdiri sendiri, yaitu
Zat Allah taala. seperti tersirat dalam tambo asal jadi bati manusia
kedunia, menyelami titik yang hilang gaib. bisa didapatkan dengan
tawakal, berserah diri, duduk bersimpuh dilangit arapah,
Man arapah nafsahu faqad arapah rabbah.
Gadai lamo
Sesuai kata Penghulu kita, Telah kutinggalkan kepadamu dua
pusaka, maka tidaklah kamu tersesat selama lamanya, selama
kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan
Sunah Rasul.
Apakah isi Pusaka itu.. Kata Penghulu, sesungguhnya aku
diutus Tuhan untuk memperbaiki akhlak manusia.
PUSAKA ialah BUDI YANG BERHARGA, akhlak yang mulia, yang
tidak boleh digadaikan oleh anak cucu dan kemenakan.
KABAU adalah melambangkan NAFSU yang kuat yang wajib
DIINANG.
MAINANG KABAU maknanya MEMELIHARA NAFSU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar